HeadlineNews

Seminar Pendidikan Nasional di Banyuwangi Bahas Strategi Menjadi Guru Masa Depan

399
×

Seminar Pendidikan Nasional di Banyuwangi Bahas Strategi Menjadi Guru Masa Depan

Share this article
Bupati Ipukmembuka Seminar Nasional, Penguatan Kompetensi Guru

TRENINFO.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan untuk menghadapi perubahan teknologi serta kebutuhan peserta didik yang semakin dinamis.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Pendidikan Nasional yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (19/9/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Mengusung tema “Transformasi Guru Masa Depan dan Masa Depan Guru Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, tenaga kependidikan, hingga pemerhati pendidikan.

Seminar ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Banyuwangi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (IKA FIP UNJ).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan peserta didik menuntut guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan beradaptasi.

Menurut Ipuk, guru memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas sekaligus inklusif.

“Guru tidak boleh berhenti belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang teknologi,” ujar Ipuk, Sabtu (19/9/2026).

Guru Didorong Ciptakan Pembelajaran Kreatif

Ipuk juga mendorong para guru dan kepala sekolah menciptakan ruang pembelajaran yang lebih kreatif dan tidak hanya berorientasi pada aktivitas di dalam ruang kelas.

Menurutnya, proses pendidikan perlu dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan zaman.

Kolaborasi tersebut dapat melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga orang tua peserta didik.

“Pendidikan harus mampu mengikuti perubahan zaman. Karena itu, guru perlu terus belajar dan membuka diri terhadap berbagai perkembangan yang dapat mendukung proses pembelajaran,” ujar Ipuk.

Seminar Pendidikan Nasional Banyuwangi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan.

Read  Lewat Talkshow Radio, JMSI Banyuwangi Dorong Sinergi Media dan Dunia Usaha

Di antaranya Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) Dr. Cecep Kustandi, Sekretaris Jenderal PB PGRI sekaligus Ketua IKA FIP UNJ Dr. Dudung Abdul Qodir, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr. Alfian.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi. Forum tersebut menjadi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus bertukar gagasan mengenai tantangan dan strategi pembelajaran di era digital.

Tiga Kompetensi Guru Masa Depan

Dalam pemaparannya, Dudung Abdul Qodir menyebut terdapat tiga kompetensi utama yang perlu dimiliki guru masa depan.

Pertama, trend watching, yakni kemampuan membaca dan memahami perkembangan pendidikan. Kedua, envisioning, yaitu kemampuan menyusun arah pembelajaran untuk menghadapi kebutuhan di masa mendatang.

Sementara kompetensi ketiga adalah critical thinking atau kemampuan berpikir kritis. Kompetensi ini dinilai penting agar guru mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.

“Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya,” pungkas Dudung.

Melalui seminar tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap peningkatan kapasitas guru dapat berjalan secara berkelanjutan. Kompetensi pendidik yang terus berkembang diharapkan dapat mendukung terciptanya pendidikan bermutu untuk semua di Banyuwangi. (SXU)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News