HeadlineNews

Gus Ipul Tegas: Sekolah Rakyat Tak Boleh Toleransi Perundungan, Kekerasan dan Intoleransi

362
×

Gus Ipul Tegas: Sekolah Rakyat Tak Boleh Toleransi Perundungan, Kekerasan dan Intoleransi

Share this article

TRENINFO.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat memperkuat standar operasional prosedur (SOP) dan proses bisnis di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan aman sekaligus mencegah terjadinya tiga dosa besar pendidikan.

Tiga dosa besar pendidikan yang menjadi perhatian Gus Ipul meliputi perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat bersama seluruh Kepala Sekolah Rakyat dan kepala sentra secara daring melalui Zoom, Jumat (11/9/2026).

Gus Ipul meminta para kepala sekolah mengenali seluruh sumber daya manusia (SDM) yang berada di lingkungan Sekolah Rakyat. Mulai dari siswa, guru, wali asuh, wali asrama, hingga petugas keamanan.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap seluruh SDM dan kondisi siswa menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan sekaligus mencegah potensi penyimpangan.

“Perkuat SOP, perkuat proses bisnis bapak-ibu sekalian, kenali dengan baik sumber daya manusia yang ada di sana, kenali juga dengan baik kondisi siswa kita yang ada di sana,” kata Gus Ipul.

Kepala Sekolah Diminta Terapkan Pakta Integritas

Selain memperkuat SOP, Gus Ipul meminta kepala Sekolah Rakyat membuat kontrak kerja dengan seluruh tenaga kependidikan. Kontrak tersebut dapat dituangkan dalam bentuk pakta integritas agar seluruh unsur penyelenggara sekolah memiliki pemahaman dan komitmen yang sama.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh tenaga kependidikan memahami aturan dan menjalankan proses pendidikan sesuai SOP yang telah ditetapkan.

“Jadi Kepala Sekolah one-on-one bisa bikin kontrak kerja dengan mereka (tenaga kependidikan). Kemudian sosialisasikan, laksanakan dengan benar, seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat tahu dan paham SOP-nya,” jelasnya.

Read  Kalahkan Austria di Final, Generasi Muda Portugal Catat Prestasi Tertinggi

Gus Ipul juga meminta kepala sentra ikut terlibat dalam mendukung kinerja kepala Sekolah Rakyat. Kolaborasi tersebut diperlukan terutama ketika sekolah menghadapi siswa yang membutuhkan penanganan atau rehabilitasi khusus.

Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi rentan yang beragam. Karena itu, pendekatan terhadap peserta didik tidak bisa hanya berorientasi pada proses belajar mengajar, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi sosial dan psikologis mereka.

Jika terdapat siswa yang membutuhkan rehabilitasi, Gus Ipul meminta agar proses penanganan dapat dilakukan terlebih dahulu di sentra terdekat sebelum siswa melanjutkan pembelajaran di Sekolah Rakyat.

“Jika ada masalah-masalah, kerja sama dengan kepala sentra. Jadi kenapa kepala sentra saya libatkan di sini, tolong setiap ada kasus, segera bantu kepala sentra, kemudian proses rehabilitasinya dimulai di sentra-sentra bapak-ibu sekalian. Jangan dibiarkan kalau ada kasus-kasus,” tegasnya.

Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Toleransi

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi sekaligus kompas moral dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Karena itu, kepala sekolah dituntut mampu membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan yang merusak tumbuh kembang siswa.

Ia secara khusus kembali mengingatkan pentingnya mencegah perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi di lingkungan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang masuk dalam tiga dosa besar pendidikan tersebut.

“Jadi kita mohon maaf sekali, kita tidak menolerir adanya tindakan yang mengarah kepada tiga hal itu (perundungan, kekerasan fisik/seksual, dan intoleransi),” pungkasnya.

Penguatan SOP, pakta integritas, serta kolaborasi antara kepala Sekolah Rakyat dan kepala sentra diharapkan menjadi bagian dari sistem pencegahan agar persoalan yang menyangkut keselamatan dan perlindungan siswa dapat ditangani sejak dini. (BUR)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News