NewsPolitics

Empat Pilar Kebangsaan Dibutuhkan untuk Bawa Bangsa Hadapi Beragam Tantangan

390
×

Empat Pilar Kebangsaan Dibutuhkan untuk Bawa Bangsa Hadapi Beragam Tantangan

Share this article

TRENINFO.ID – Tokoh bangsa almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014 menginisiasi penyusunan nilai-nilai dalam “Empat Pilar Kebangsaan” Indonesia. Empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam menyebut, nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan tersebut saat ini menjadi panduan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk terus membumikan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam “Empat Pilar Kebangsaan”.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Mufti Anam menyampaikan substansi tersebut dalam sosialisasi “Empat Pilar Kebangsaan” yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 2 Desember 2024. Sosialisasi tersebut diikuti perwakilan beragam komunitas dan elemen masyarakat, mulai dari santri, anak muda, kelompok perempuan, dan komunitas dunia usaha.

Mufti menututkan, nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan bisa menjadi pedoman untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang bisa terus bergerak maju. “Kiita bisa melewati beragam tantangan serta dinamika zaman dengan empat pilar kebangsaan ini, sebagaimana tantangan zaman seperti pandemi Covid-19 yang kita lewati dengan gotong royong bersama,” kata mantan ketua umum HIPMI Jawa Timur tersebut.

“Empat pilar kebangsaan tersebut selaras dengan karakter dan kepribadian bangsa, karena memang keempat pilar itu bersumber dan tidak tercerabut dari kepribadian serta kearifan lokal rakyat Indonesia,” imbuh pengurus GP Ansor tersebut.

Mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) itu mencontohkan Pancasila yang merupakan satu dari empat pilar tersebut. Pancasila, papar Mufti, adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945.

Read  Optimistis Pariwisata Bangkit, Pemerintah Targetkan 17,6 Juta Wisman 2026

“Pancasila bersumber dan digali dari rakyat Indonesia sendiri, dari tradisi dan kearifan warga Indonesia. Sehingga ini relevan bagi kehidupan bangsa kita. Misalnya bagaimana anak muda kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu sesuai nilai yang ada di Pancasila,” jelasnya. (SAG)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News