HeadlineNews

Kolaborasi TTL dan Kebun Raya Purwodadi, Wujudkan Pelabuhan Berbasis Keanekaragaman Hayati

399
×

Kolaborasi TTL dan Kebun Raya Purwodadi, Wujudkan Pelabuhan Berbasis Keanekaragaman Hayati

Share this article

TRENINFO.ID – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar pertemuan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui tim Kebun Raya Purwodadi dalam upaya memperkuat konservasi alam di kawasan Terminal Teluk Lamong. Pertemuan yang berlangsung di kantor utama TTL pada 22 April 2026 ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan ke dalam operasional bisnis.

Sebagai wujud penerapan konsep green port, TTL telah menginisiasi berbagai program berbasis teknologi eco-engineering pada infrastruktur pelabuhan. Langkah tersebut meliputi monitoring kualitas lingkungan, pengendalian pencemaran, hingga restorasi ekosistem pesisir melalui pelestarian mangrove dan penanaman pohon anti polutan guna mendukung penyerapan emisi karbon.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sekretaris Perusahaan TTL, Syaiful Anam, menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas operasional pelabuhan dan pelestarian lingkungan.

“Kami percaya bahwa pelabuhan masa depan tidak hanya berorientasi pada kinerja operasional saja, tetapi juga selaras dengan keberlanjutan ekosistem dan peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan. Sinergi dengan Kebun Raya Purwodadi diharapkan mampu menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif dan berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Program kolaborasi ini akan difokuskan pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem alami di kawasan pesisir serta ruang terbuka hijau di area Terminal Teluk Lamong dengan pendekatan berbasis riset. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan metodologi penghitungan karbon berbasis vegetasi, pemetaan area konservasi prioritas, edukasi pengelolaan lingkungan, hingga penyusunan strategi pelestarian sebagai bagian dari komitmen sustainability perusahaan.

Syaiful menambahkan, langkah ini juga mendukung target nasional penurunan emisi karbon. Salah satu implementasinya adalah penerapan Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur kedatangan truk, sehingga mampu mengurangi antrean dan menekan emisi karbon di area operasional.

Read  PGN Raih Penghargaan ESG, Diakui Komitmennya Terhadap Transisi Energi dan Keberlanjutan

“Terminal Teluk Lamong secara konsisten menerapkan program-program ESG (Environmental, Social and Governance) untuk menjawab tantangan pelabuhan modern. Salah satunya dengan menjaga ruang hidup yang mendukung keberagaman flora dan fauna sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap upaya global dalam menghadapi perubahan iklim,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti Kebun Raya Purwodadi juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembibitan tanaman di area greenhouse Terminal Teluk Lamong, termasuk ruang terbuka hijau yang ditanami berbagai jenis tanaman hias, buah, hingga pohon anti polutan.

Perwakilan tim peneliti, Titut Yulistyarini, menekankan pentingnya pengelolaan ekosistem pelabuhan berbasis data dan inovasi teknologi.

“Kami akan melakukan kajian komprehensif terhadap jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan di kawasan Terminal Teluk Lamong, termasuk potensi serapan karbon dan kontribusinya terhadap peningkatan keanekaragaman hayati,” tutupnya. (DLZ)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News