Economy

PGN Pastikan Ketersediaan Gas Bumi untuk Dukung Industri di 2024

143
×

PGN Pastikan Ketersediaan Gas Bumi untuk Dukung Industri di 2024

Share this article

TRENINFO.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memastikan ketersediaan pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, terutama di sektor industri. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah dan menjaga keberlanjutan industri di tengah perubahan pasar energi.

Dalam acara Customer Business Forum 2024 (CBF 2024), Wakil Direktur Utama PT Pertamina Persero, Wiko Migantoro, menyatakan bahwa gas bumi akan memainkan peran penting dalam beberapa tahun mendatang seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan strategi transisi menuju Net Zero Emission (NZE). Ia menjelaskan bahwa Indonesia, sebagai negara berkembang, terus mengalami pertumbuhan di berbagai sektor, khususnya industri, sehingga gas bumi menjadi energi andalan dalam mendukung komitmen global untuk menciptakan energi bersih.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Melalui CBF 2024, PGN kembali menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menekankan bahwa PGN akan terus berupaya menjamin ketersediaan gas bagi pelanggan industri guna mendukung keberlanjutan sektor tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa perusahaan berencana untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah Indonesia Timur dengan melakukan investasi besar dalam penyediaan LNG bersih dari hulu hingga hilir.

PGN telah meningkatkan serapan gas bumi, khususnya LNG, yang saat ini mencapai 60 BBTUD di Jawa Barat. Saat ini, sekitar 60 persen pasokan gas nasional dilayani oleh gas pipa, sementara 40 persen lainnya melalui LNG. Perusahaan ini juga terus berkomunikasi secara aktif dengan regulator dan stakeholder untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus memperluas infrastruktur guna menjangkau pasar-pasar baru.

Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini, menjelaskan bahwa permintaan gas bumi terus meningkat, terutama dari kalangan industri. PGN telah mengamankan pasokan gas pipa dan LNG yang dipasok dari infrastruktur seperti FSRU Lampung, Nusantara Regas, dan Aceh. Dengan kombinasi antara gas pipa dan LNG, PGN memastikan bahwa industri mendapatkan pasokan yang stabil dan sesuai kebutuhan.

Read  PT PGN SOR III Gelar Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital untuk Kelompok Asuhan Mandiri

PGN juga terus memperkuat infrastruktur distribusi gas bumi dari Sumatera hingga Jawa Barat dengan membangun pipa Dumai-Sei Mangke, SSWJ, dan pipa Cisem 2. LNG dianggap menjadi energi pilihan yang signifikan untuk mendukung keberlanjutan industri di masa depan, terutama di wilayah-wilayah pengembangan baru yang didominasi oleh sektor offshore.

Dalam forum ini, PGN juga membahas mekanisme penetapan harga gas untuk tahun 2025. Penetapan harga gas akan mengikuti skema yang sama dengan tahun 2024, yakni harga gas pipa dan harga regasifikasi. Harga regasifikasi akan bersifat dinamis, menyesuaikan dengan formula Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Mekanisme ini diharapkan dapat memberikan sinyal harga yang tepat kepada pelanggan serta menjaga daya saing gas bumi dibandingkan BBM.

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pelanggan, khususnya sektor industri, PGN berupaya memenuhi kebutuhan gas bumi bagi sekitar 2.500 pelanggan industri pada tahun 2024. Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 2.700-2.750 pelanggan dalam beberapa tahun mendatang. LNG diharapkan menjadi penopang utama dalam menjaga ketersediaan dan keandalan distribusi gas bumi di seluruh wilayah layanan PGN. (YGD)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News