Treninfo.id, Surabaya – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) hari ini mengadakan workshop fotografi jurnalistik di Mercure Surabaya Grand Mirama. Dalam acara ini, JAPFA bekerja sama dengan pakar fotografi dan Visual Story Teller, Beawiharta, untuk memberikan pembekalan kepada para jurnalis yang ingin mengembangkan keterampilannya dalam bidang fotografi jurnalistik. Sebanyak 25 jurnalis yang tergabung dalam kelas kecil tersebut tampak antusias mengikuti pelatihan ini. Selain teori, para peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung dan studi kasus, sehingga mereka mendapatkan pemahaman yang komprehensif.
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menyatakan, “Workshop fotografi jurnalistik hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) tahun 2024. Tahun ini adalah kali kedua AKJJ dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan JAPFA atas dedikasi para jurnalis yang terus menyampaikan informasi-informasi faktual dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan workshop ini memberikan dampak positif dan manfaat pembelajaran yang dapat diterapkan oleh para jurnalis dalam publikasi laporan mereka. Kami juga mengajak rekan-rekan jurnalis untuk berpartisipasi dan mengirimkan karya terbaik mereka dalam ajang AKJJ tahun ini.”
Dengan mengusung tema “Tingkatkan Gizi Masyarakat Indonesia Melalui Hilirisasi Produk Peternakan”, Rachmat berharap melalui publikasi media, masyarakat dapat teredukasi tentang pentingnya menyertakan protein hewani dalam asupan makanan sehari-hari. Dia juga menambahkan bahwa edukasi ini tidak hanya disampaikan dalam bentuk tulisan, tetapi juga dalam bentuk visual, untuk memudahkan masyarakat memahami pesan terkait pentingnya asupan protein hewani.
Beawiharta, yang telah berkarir selama 20 tahun sebagai pewarta foto dan kini dikenal sebagai Visual Story Teller, turut memberikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi para jurnalis. “Dalam situasi lapangan yang dinamis, adaptasi yang cepat sangat diperlukan. Kadang kala, jurnalis dihadapkan pada kondisi yang kurang menguntungkan, sehingga mereka harus membekali diri dengan keterampilan yang mumpuni dan taktis dalam menghadapi perubahan yang cepat. Visual yang baik tentunya mampu menangkap masalah dan menyampaikannya melalui karya foto.”
Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA Tahun 2024 terbuka untuk semua jurnalis dari seluruh Indonesia. Pengumpulan karya telah dimulai sejak awal Agustus, dengan tiga kategori perlombaan yang dapat diikuti, yaitu Karya Jurnalistik Cetak, Karya Jurnalistik Online, dan Karya Jurnalistik Foto, dengan total hadiah lebih dari 100 juta rupiah. Peserta dapat mengirimkan karya sesuai dengan kategori pilihannya hingga 20 September 2024 mendatang. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs web resmi www.japfacomfeed.co.id dan akun media sosial JAPFA (@japfa.id). (tan)



