TRENINFO.ID – Qatar menyatakan upaya untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat masih terus dilakukan. Doha juga mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur strategis bagi perdagangan dan distribusi energi dunia.
Melansir Al Jazeera, Rabu (2/9/2026), Qatar melakukan komunikasi dan pembicaraan dengan Oman serta Pakistan sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan setelah kembali terjadi peningkatan pertempuran antara Iran dan Amerika Serikat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, memperingatkan agar penutupan Selat Hormuz tidak dianggap sebagai kondisi yang normal.
Menurutnya, upaya untuk menormalisasi penutupan jalur pelayaran strategis tersebut justru berpotensi memperbesar eskalasi dan memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Al-Ansari menilai eskalasi konflik tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun. Bahkan, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh negara di kawasan.
Karena itu, Qatar mendorong semua pihak untuk mengedepankan sikap bijaksana dan kembali menempuh jalur diplomasi melalui meja perundingan.
Selat Hormuz Terganggu, Perdagangan Energi Tertekan
Sebelum pecahnya perang, sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melalui jalur laut melewati Selat Hormuz. Namun, aktivitas pelayaran di jalur tersebut mengalami penurunan drastis sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran dituduh memasang ranjau serta melakukan serangan terhadap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Gangguan terhadap jalur pelayaran tersebut memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan terhadap perekonomian sejumlah negara.
Kondisi itu juga memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan internasional serta keberlangsungan pasokan energi global, mengingat posisi Selat Hormuz sebagai salah satu jalur utama distribusi energi dunia.
Iran dan Oman sebelumnya telah membahas kemungkinan pembukaan jalur sementara melalui Selat Hormuz. Namun, Teheran disebut meminta Amerika Serikat terlebih dahulu kembali pada nota kesepahaman yang disepakati pada Juni.
Qatar Aktif Dorong Dialog Regional
Qatar terus melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan untuk mendorong dialog dan mencari jalan keluar dari konflik.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani bahkan mengunjungi Teheran pada pekan lalu. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong dialog dan mengakhiri krisis yang semakin meluas.
Menurut Al-Ansari, kunjungan tersebut bertujuan mendukung proses mediasi sekaligus mendorong pihak-pihak yang bertikai kembali ke jalur perundingan.
Qatar juga berupaya memastikan eskalasi baru tidak kembali terjadi di kawasan Timur Tengah.
Doha menegaskan bahwa dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan utama untuk meredakan konflik. Qatar berharap upaya mediasi bersama Oman, Pakistan, serta negara-negara regional lainnya dapat membuka ruang bagi penghentian perang sekaligus memulihkan kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Pembukaan kembali jalur tersebut dinilai penting bukan hanya bagi negara-negara di kawasan, tetapi juga bagi stabilitas perdagangan dan pasokan energi global. (HRP)



