EducationHeadline

JAPFA Perluas Program Peningkatan Gizi Untuk Ribuan Siswa SD di Lamongan

272
×

JAPFA Perluas Program Peningkatan Gizi Untuk Ribuan Siswa SD di Lamongan

Share this article
Kiri - Kanan: Camat Paciran Teguh Bagio; Kepala Puskesmas Paciran Riris Hantini; Head of Social Investment JAPFA Retno Artsanti; Kepala UPT Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Paciran Sriwinarti dan Head of HRGA Industrial Park Jakamitra Murih Hermawan saat pelatihan Japfa for Kids 2026 di SDN Kemantren, Paciran, Lamongan, Rabu (20/5/2026).

TRENINFO.ID – PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk terus memperluas program peningkatan gizi anak melalui JAPFA for Kids di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Program ini menyasar ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Paciran melalui pemberian protein hewani, edukasi kesehatan, hingga pembiasaan pola hidup sehat.

Sebanyak delapan sekolah dasar dilibatkan dalam program tersebut, yakni MIS Mu’awanah, MIS Mambaul Ma’Arif, MIS Muh. 07 Sidokelar, MIS Muh. 10 Tlogosadang, MIS Tarbiyatus Shibyan, SDN Kemantren, SDN Sidokelar, dan SDN Tlogosadang. Sosialisasi program juga diberikan kepada para guru sebagai bagian dari pendampingan di sekolah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kepala SDN Kemantren Musri mengatakan program tambahan asupan protein sangat membantu kebutuhan gizi siswa. Menurutnya, selama ini sebagian besar anak mendapatkan sumber protein dari ikan sehingga bantuan tambahan telur dinilai penting untuk menunjang pertumbuhan mereka.

“Kerja sama seperti ini sangat membantu meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak. Kami berharap programnya bisa terus berlanjut,” katanya saat pelatihan JAPFA for Kids 2026 di SDN Kemantren, Paciran, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, dari total 153 siswa di SDN Kemantren, sebanyak 117 siswa kelas 1 hingga kelas 5 menjadi sasaran program. Sementara siswa kelas 6 tidak lagi masuk program karena akan segera lulus sekolah.

Sekolah juga telah melakukan pendataan tinggi dan berat badan siswa sebagai bagian dari pemantauan kondisi gizi selama program berlangsung.

Antusiasme terlihat dari para siswa. Arfana Asyam, siswa kelas 5 SDN Kemantren, mengaku senang karena akan mendapat telur setiap hari selama program berjalan.

“Senang kalau nanti dapat telur. Saya paling suka telur dadar sama ceplok,” ujarnya.

Head of Social Investment JAPFA Retno Artsanti mengatakan JAPFA for Kids dirancang sebagai program intervensi gizi yang terukur dan berkelanjutan. Salah satu bentuk intervensi dilakukan melalui pemberian telur setiap hari selama enam bulan kepada siswa dengan kondisi malagizi.

Read  Demo di DPR Ricuh, Polisi Pukul Mundur Massa, Jalan Dialihkan.

Selain pemberian makanan bergizi, JAPFA juga melakukan pemantauan rutin tinggi dan berat badan siswa melalui aplikasi digital untuk melihat perkembangan status gizi mereka.

“Program ini dirancang agar dampaknya dapat dipantau secara konsisten melalui monitoring perkembangan status gizi siswa,” kata Retno.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya fokus pada asupan gizi, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, hingga pembiasaan hidup sehat melalui kegiatan Hari Sehat JAPFA.

Program JAPFA for Kids sendiri telah berjalan selama 18 tahun. Berdasarkan data perusahaan, pada 2025 sebanyak 646 dari 1.034 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil mengalami peningkatan menjadi gizi baik. Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa juga mengalami perbaikan status gizi.

Program ini turut mendukung upaya penanganan persoalan gizi anak di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 11 persen anak usia 5-12 tahun masih masuk kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

Hingga 2025, JAPFA for Kids telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota di 28 provinsi Indonesia.

Khusus di Kecamatan Paciran, Lamongan, program tersebut melibatkan lebih dari 1.100 siswa dan sekitar 150 guru dari delapan sekolah dasar. (FGU)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News