HeadlineNews

Hari Kebangkitan Nasional di Cianjur Soroti Ekonomi Gotong Royong dan Pelestarian Budaya

338
×

Hari Kebangkitan Nasional di Cianjur Soroti Ekonomi Gotong Royong dan Pelestarian Budaya

Share this article

TRENINFO.ID – Isu integrasi ekonomi berbasis gotong royong dan penguatan kebudayaan lokal menjadi sorotan utama dalam acara Hari Kebangkitan Nasional dan Refleksi Mei Reformasi yang diselenggarakan oleh Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran di Cianjur, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pegiat kebudayaan, pemuda lintas komunitas, pegiat seni, masyarakat adat, serta berbagai kalangan dari sejumlah daerah seperti Aceh, Bali, Makassar, dan Bandung. Generasi milenial dan Gen Z juga turut ambil bagian sebagai aktor utama dalam menjaga semangat kebangkitan di era modern.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Acara ini mendapat dukungan dari Direktur Eksekutif Intelligence and National Security Studies (INSS), Stepi Anriani, yang diwakili oleh Sekretaris INSS, Sanik. Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk penguatan nilai kebangsaan, persatuan, dan pelestarian budaya di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Kasepuhan Tjakra Poetra Padjadjaran, Tedi Subarkah, mengatakan Indonesia memiliki banyak kearifan lokal yang masih relevan untuk menghadapi tantangan global, terutama dalam membangun solidaritas masyarakat.

“Indonesia punya banyak contoh kearifan lokal tentang gotong royong untuk solidaritas masyarakat. Nilai-nilai tersebut masih relevan di tengah tantangan global yang semakin berat karena kondisi geopolitik dan ekonomi global,” kata Tedi.

Menurutnya, integrasi ekonomi tidak hanya dimaknai sebagai perluasan jaringan pasar, melainkan juga strategi memperkuat daya tahan komunitas lokal. Model ekonomi berbasis kolaborasi antar pelaku usaha kecil, koperasi, dan jaringan sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi tekanan global yang semakin dinamis.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Cianjur, Offan Soffarudin, menekankan pentingnya menjaga nilai budaya lokal sebagai bagian dari semangat kebangkitan bangsa.

“Jika kita berbicara tentang kebangkitan, tanah Pasundan punya banyak contoh kuat. Silih asih, silih asah, silih asuh. Cianjur punya tiga pilar budaya: ngaos, mamaos, dan maenpo,” ujarnya.

Read  Rakerkonprov APINDO Jatim 2026 Tekankan Kolaborasi Pengusaha, Pekerja dan Pemerintah

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana kegiatan, M Alwan Rasyid Putra Robiansyah. Ia menilai kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda melupakan akar budaya.

“Kita boleh maju secara teknologi tapi kebudayaan tidak bisa kita tinggal,” katanya.

Tedi dan Alwan sepakat bahwa tantangan saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan berbagai provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Karena itu, semangat kebangkitan harus diwujudkan melalui kreativitas dan penguatan jati diri.

“Kebangkitan itu bukan menunggu orang lain, tapi diri kita sendiri harus unggul dan berkreasi tanpa melupakan jati diri,” ujar Tedi.

Selain forum diskusi, kegiatan juga diisi berbagai penampilan seni dan budaya. Perguruan Silat Kanca Satya tampil membuka acara dengan pertunjukan pencak silat yang memperkuat identitas lokal. Sejumlah orasi kebangsaan juga turut menggugah kesadaran kolektif peserta mengenai pentingnya menjaga persatuan.

Suasana semakin hidup melalui musikalisasi puisi bertema perjuangan dan refleksi reformasi. Tak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi aksi bakti sosial sebagai bentuk nyata semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, seluruh peserta mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk anarkisme dan menjaga persatuan bangsa. Deklarasi tersebut menjadi simbol bahwa semangat kebangkitan generasi muda tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Melalui rangkaian kegiatan itu, Tjakra Poetra Padjadjaran menegaskan bahwa kebangkitan bangsa harus berakar pada kekuatan lokal, mulai dari ekonomi berbasis komunitas, nilai gotong royong, hingga pelestarian budaya yang diperkuat peran aktif generasi muda di tengah tantangan global. (IGY)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News