Headline

JAPFA Gelar AKJJ 2026, Soroti 18 Tahun Program Gizi Anak

257
×

JAPFA Gelar AKJJ 2026, Soroti 18 Tahun Program Gizi Anak

Share this article

TRENINFO.ID –  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) kembali menggelar Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 sebagai upaya memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak di Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat perjalanan 18 tahun program JAPFA for Kids yang telah dijalankan di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Melalui program tersebut, JAPFA melibatkan lebih dari 1.100 siswa dan 150 guru dari delapan sekolah dalam berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan gizi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

AKJJ 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga dengan tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”. Tema ini menyoroti perjalanan JAPFA for Kids dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat edukasi publik.

Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Rachmat Indrajaya mengatakan, JAPFA for Kids merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia melalui pemenuhan gizi yang baik.

“Selama 18 tahun, JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia. Kami percaya bahwa membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat,” ujarnya, Senin (19/5/2026).

Ia menambahkan, melalui AKJJ 2026 pihaknya juga ingin memperkuat kolaborasi dengan media agar kesadaran masyarakat terkait pentingnya gizi anak semakin meningkat.

Persoalan gizi anak di Indonesia sendiri masih menjadi perhatian. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5–12 tahun masih berada dalam kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

Read  Perkuat Kompetensi SDM Konstruksi, SIG Gelar Sertifikasi Massal dan Raih Rekor MURI

Sementara itu, data internal JAPFA pada 2024 menunjukkan sekitar 10,1 persen siswa di tujuh lokasi pelaksanaan JAPFA for Kids masih mengalami kondisi gizi kurang dan gizi buruk.

Head of Social Investment JAPFA Retno Artsanti mengatakan, program JAPFA for Kids dijalankan melalui sejumlah strategi terintegrasi. Salah satunya pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan kepada siswa dengan kondisi malagizi.

Selain itu, program juga mencakup pemantauan rutin berat badan dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, pembiasaan perilaku hidup sehat lewat Hari Sehat JAPFA, edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, hingga monitoring berkala.

“Hingga tahun 2025, JAPFA for Kids telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia,” kata Retno.

Program tersebut juga disebut menunjukkan dampak terhadap perbaikan status gizi siswa. Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk mengalami peningkatan menjadi gizi baik. Sedangkan pada 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa juga mengalami peningkatan status gizi menjadi baik.

Dalam penyelenggaraan AKJJ 2026, JAPFA menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang, di antaranya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir, fotografer jurnalistik senior Beawiharta, serta pakar gizi masyarakat dari Universitas Indonesia Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati.

Sandra menilai edukasi publik mengenai gizi seimbang masih perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk media.

“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat, terutama mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, pola makan seimbang, serta pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia dini,” ujarnya.

Melalui AKJJ 2026, JAPFA berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat bagi anak Indonesia. (BHN)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News