TRENINFO.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur bergerak cepat merespons kenaikan harga minyak goreng dan kelangkaan stok MinyaKita di lapangan. Bulog Jatim memastikan akan menyalurkan tambahan pasokan sebanyak 900 ribu liter MinyaKita ke pasar-pasar tradisional sepanjang bulan Mei 2026.
Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Stok Segera Bertambah
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan bahwa saat ini stok MinyaKita yang tersedia di gudang Bulog berada di kisaran 400 ribu liter. Jumlah tersebut akan melonjak signifikan dalam waktu dekat seiring masuknya pasokan baru.
“Di Mei ini kami sudah mendapat komitmen tambahan sekitar 900 ribu liter. Insyaallah pelan-pelan kondisi akan kembali seperti awal-awal,” ujar Langgeng saat memberikan keterangan di Surabaya, Kamis (14/5/2026).
Langgeng menjelaskan, proses distribusi akan dilakukan secara bertahap hingga akhir Mei. Saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan proses pengambilan pasokan dari produsen untuk segera disalurkan ke titik-titik distribusi.
Fokus pada Pasar SP2KP
Dalam strategi penyalurannya, Bulog Jatim memprioritaskan pasar yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Pasar tradisional ini merupakan titik pantau harian Kementerian Perdagangan untuk indikator harga dan stok nasional.
“Untuk distribusi, kami fokus dulu ke pasar-pasar SP2KP sambil melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan agar tidak ada penjualan di atas HET,” tegas pria asal Magelang tersebut.
Pengawasan Ketat Terhadap HET
Meski permintaan pasar sedang tinggi, Bulog menjamin harga MinyaKita tidak akan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Guna mencegah praktik spekulasi atau pengecer nakal, Bulog telah melakukan koordinasi lintas sektoral.
“Kami menggandeng Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan setempat untuk ikut mengawasi. Kemarin kami juga sudah melakukan rapat dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jatim dengan memanggil seluruh produsen minyak untuk memperkuat komitmen bersama,” tuturnya.
Sebagai catatan, secara nasional Bulog menguasai sekitar 17 persen distribusi MinyaKita. Meski distribusi terbesar masih dipegang oleh pihak swasta dan BUMN pangan lainnya, peran Bulog sebagai instrumen pemerintah sangat vital dalam melakukan intervensi pasar di tingkat regional Jawa Timur. (LMY)



