Economy

PGN Percepat Penguatan Infrastruktur Gas Nasional, Jawab Tantangan Distribusi dan Akses Energi

248
×

PGN Percepat Penguatan Infrastruktur Gas Nasional, Jawab Tantangan Distribusi dan Akses Energi

Share this article

Treninfo.id, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas dari Pertamina, menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur gas bumi nasional guna memastikan ketersediaan energi bersih yang andal, terjangkau, dan merata di seluruh Indonesia. Melalui strategi pengembangan jangka panjang, PGN secara aktif menjawab tantangan mismatch antara lokasi pasokan dan permintaan gas bumi, terutama di wilayah-wilayah padat konsumsi seperti Sumatera dan Jawa bagian barat.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyampaikan bahwa infrastruktur merupakan kunci utama untuk memperkuat konektivitas distribusi gas nasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Permintaan gas bumi di Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, namun infrastruktur yang tersedia belum memadai. Sementara itu, di wilayah Jawa Timur, pasokan gas justru melimpah,” jelas Arief dalam diskusi Coffee Morning bersama CNBC Indonesia, Rabu (17/7).

Kondisi ini sejalan dengan pernyataan Kurnia Chairi, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, yang menekankan bahwa secara nasional Indonesia tidak kekurangan gas, namun distribusinya masih sering tidak sesuai dengan lokasi pusat-pusat konsumsi.

“Dari sisi supply nasional, kita tidak defisit—kita bahkan ekspor gas. Tantangannya adalah ketidaksesuaian lokasi antara buyer dan sumber pasokan, seperti yang juga disampaikan Pak Arief,” ujar Kurnia.

Untuk menjawab tantangan distribusi ini, PGN mengupayakan pemanfaatan LNG (Liquefied Natural Gas) sebagai alternatif pasokan ke wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Arief menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan pasokan LNG domestik agar tetap tersedia dengan harga yang kompetitif.

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana kami bisa memperoleh pasokan LNG secara berkelanjutan dan kompetitif bagi pelanggan,” tambahnya.

Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof, juga menggarisbawahi tantangan pergeseran dari gas pipa ke LNG. Menurutnya, struktur harga LNG yang mengacu pada pasar internasional serta kompleksitas infrastrukturnya menuntut kebijakan pemerintah yang terintegrasi dan antisipatif.

Read  Gencar Perluas Jaringan, PGN Buka Pendaftaran Jargas Langsung di Bintaro

“Perlu ada intervensi kebijakan agar pemanfaatan LNG domestik tetap efisien dan terjangkau, tanpa mengorbankan keberlanjutan,” katanya.

Saat ini, PGN tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat infrastruktur gas nasional. Beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain:

  • Pembangunan Pipa Tegal–Cilacap

  • Terminal LNG Arun

  • Revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan

Sebagai bentuk komitmen serius, PGN mencanangkan alokasi 67% dari total belanja modal (capex) untuk proyek-proyek penguatan infrastruktur ini.

Arief menjelaskan bahwa kondisi dan pengembangan gas nasional mengacu pada empat faktor utama:

  1. Availability – Ketersediaan pasokan gas dari sektor hulu

  2. Accessibility – Infrastruktur pendukung yang memadai

  3. Affordability – Harga yang terjangkau bagi konsumen

  4. Sustainability – Keberlanjutan seluruh rantai pasok, termasuk dukungan kebijakan

Dengan pendekatan strategi G-A-S (Grow – Adapt – Step Out), PGN terus memperluas jangkauan layanan dan memperkuat aksesibilitas energi bersih ke berbagai wilayah. Dukungan pemerintah, menurut Arief, sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem LNG domestik yang efisien.

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau penyaluran energi bersih ke seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Arief.(fin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News