EconomyNews

JAPFA dan Greenfields Perkuat Industri Susu Lokal dengan Distribusikan 1.000 Sapi Perah Bunting ke Peternak Rakyat

395
×

JAPFA dan Greenfields Perkuat Industri Susu Lokal dengan Distribusikan 1.000 Sapi Perah Bunting ke Peternak Rakyat

Share this article

Treninfo.id, Probolinggo — Dalam upaya mempercepat terwujudnya swasembada susu nasional, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya PT Santosa Agrindo Lestari (Santori), menggandeng PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields) untuk mendistribusikan lebih dari seribu ekor sapi perah bunting kepada 120 peternak rakyat di Jawa Timur.

Distribusi ini merupakan bagian dari program Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG), yang telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 2.000 peternak sejak 2007. Para penerima manfaat tersebar di Kabupaten Malang, Blitar, Pasuruan, serta Kota Batu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sapi-sapi tersebut merupakan hasil persilangan antara ras Holstein dan Jersey (crossbreed), yang memiliki keunggulan dalam produktivitas susu dan ketahanan terhadap iklim tropis. Sebelumnya, JAPFA dan Greenfields telah melakukan seleksi ketat terhadap sapi-sapi tersebut di Australia sebelum diimpor ke Indonesia.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menegaskan bahwa seluruh proses karantina telah sesuai prosedur. “Selama 14 hari, sapi-sapi perah ini menjalani masa karantina di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur dan dinyatakan sehat setelah melewati serangkaian pemeriksaan,” jelasnya saat seremoni distribusi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik inisiatif tersebut. “Distribusi sapi perah bunting ini sangat berarti dalam mempercepat pemulihan populasi sapi perah dan produksi susu segar, khususnya pasca-wabah PMK,” ungkap Khofifah.

Dukungan dari pemerintah pusat juga disampaikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si. “Kami memiliki target investasi terhadap populasi sapi perah sebesar hampir satu juta ekor hingga 2029. Kolaborasi seperti ini penting untuk mewujudkan ketahanan pangan, khususnya susu,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya dukungan pembiayaan dari perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat.

Read  Kaesang Klaim Struktur PSI Jawa Timur Paling Solid

Selain sapi perah, peternak mitra juga akan menerima pelatihan, pendampingan teknis, layanan kesehatan hewan, serta jaminan pembelian hasil susu oleh Greenfields. Program ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok susu nasional dari hulu ke hilir, sekaligus mendorong kesejahteraan peternak.

Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs JAPFA, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata dukungan sektor swasta dalam membangun industri susu nasional yang berkelanjutan. “Kami ingin memastikan peternak lokal memiliki akses terhadap ternak unggul dan pendampingan agar dapat berkembang,” katanya.

Tantangan industri susu nasional masih besar. Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI tahun 2023, Indonesia hanya mampu memenuhi 20% dari total kebutuhan susu nasional. Sisanya masih harus diimpor. Hal ini diperparah oleh keterbatasan produktivitas, infrastruktur, dan teknologi di tingkat peternak.

Pemerintah memproyeksikan konsumsi susu nasional akan meningkat signifikan, seiring dengan pelaksanaan program “Makan Bergizi Gratis” yang ditargetkan menjangkau hingga 82 juta anak Indonesia pada 2029. USDA memperkirakan konsumsi susu di Indonesia akan melonjak dari 4,2 juta ton pada 2024 menjadi 5,3 juta ton pada 2025.

CEO Greenfields, Akhil Chandra, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi peternak mitra agar mampu mengelola ternak secara optimal. “Kami berkomitmen membangun ekosistem peternakan rakyat yang produktif dan berkelanjutan. Program ini adalah bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN),” tutupnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan masa depan industri susu Indonesia yang lebih mandiri dan kompetitif. (kar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News