HeadlineNews

Petinju Rusia Dikecam Setelah Terekam Vaping Bersama Orangutan Langka di Krimea

399
×

Petinju Rusia Dikecam Setelah Terekam Vaping Bersama Orangutan Langka di Krimea

Share this article

Treninfo.id, Krimea – Petinju profesional wanita asal Rusia, Anastasia Luchkina, tengah menjadi sorotan tajam publik setelah sebuah video kontroversial yang menunjukkan dirinya mengembuskan asap vape ke arah seekor orangutan viral di media sosial. Insiden yang terjadi di Taman Safari Taigan, Krimea, itu memicu kecaman luas dari para pemerhati satwa dan aktivis lingkungan.

Dalam video yang beredar, Luchkina terlihat vaping sambil duduk bersama seekor orangutan bernama Dana, satu-satunya spesies orangutan yang ada di Krimea dan kini berstatus terancam punah. Tindakan tersebut dinilai tidak hanya tidak etis, tetapi juga membahayakan kesehatan satwa yang dilindungi itu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut laporan media lokal, Dana menunjukkan perubahan perilaku yang mengkhawatirkan setelah menghirup asap vape beberapa kali. Bahkan, muncul dugaan bahwa orangutan tersebut sempat menelan salah satu kartrid vape yang mengandung 2,5 hingga 3 ml cairan nikotin, yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatannya.

Sejak kejadian tersebut, Dana dilaporkan mengalami stres dan menunjukkan perilaku tidak normal. Para ahli konservasi menilai tindakan Luchkina sebagai bentuk pelecehan terhadap satwa liar, terlebih karena orangutan termasuk dalam spesies yang tercantum dalam Red Data Book, daftar internasional untuk spesies yang terancam punah.

Menanggapi kejadian ini, pelatih dari Luchkina mengaku tidak mengetahui perilaku kontroversial sang atlet. “Kami baru mengetahui setelah video itu menyebar luas,” ujarnya kepada media.

Pihak Taman Safari Taigan serta lembaga perlindungan satwa kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini, termasuk mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap kondisi fisik dan psikologis Dana.

Insiden ini menjadi salah satu contoh terbaru dari kurangnya kesadaran publik figur terhadap pentingnya perlindungan satwa liar. Banyak pihak menyerukan adanya regulasi yang lebih ketat serta edukasi publik mengenai interaksi dengan satwa, terutama di lokasi wisata yang mengakomodasi hewan-hewan langka.

Read  Energi Merah Putih': Pertamina dan Ojol di Surabaya Rangkul Kebersamaan di HUT ke-80 RI

“Ini bukan sekadar tindakan ceroboh, tapi bisa berdampak fatal bagi spesies yang sudah berada di ambang kepunahan,” tegas seorang aktivis lingkungan dalam pernyataannya.

Kasus Anastasia Luchkina membuka kembali diskusi penting tentang etika, tanggung jawab publik figur, dan perlindungan hewan langka di tengah popularitas konten media sosial.(edu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News