News

Direktur Utama PGN Inspeksi Jaringan Gas di Sleman, Gunakan Skema CNG Clustering

564
×

Direktur Utama PGN Inspeksi Jaringan Gas di Sleman, Gunakan Skema CNG Clustering

Share this article

Treninfo.id, Sleman, DIY – Direktur Utama PT PGN Tbk, Arief Setiawan Handoko, melakukan inspeksi langsung terhadap pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat, 27 September 2024. Pengembangan jaringan gas ini menggunakan skema Compressed Natural Gas (CNG) Clustering.

Skema CNG Clustering dipilih karena wilayah Kabupaten Sleman belum terjangkau oleh jaringan pipa transmisi maupun distribusi gas bumi. Oleh karena itu, gas bumi dari Blora diangkut dalam bentuk CNG menggunakan truk Gas Transport Module (GTM), kemudian dikompres untuk menurunkan tekanannya sebelum disalurkan ke rumah-rumah pelanggan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Hingga saat ini, jaringan gas untuk rumah tangga di Sleman telah terpasang sebanyak 3.500 Sambungan Rumah (SR) dari target total 7.000 SR. Jumlah pelanggan diharapkan terus meningkat seiring dengan perkembangan infrastruktur jargas yang dibangun di wilayah tersebut.

“Layanan gas bumi untuk rumah tangga merupakan bagian dari kewajiban PGN dalam menjalankan public service obligation. PGN memiliki kewajiban untuk melayani masyarakat. Selain itu, kami juga mendukung program net zero emission,” kata Arief.

Pengembangan jargas juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor LPG, sekaligus menekan penggunaan LPG bersubsidi. “Karena LPG masih merupakan produk impor, jargas akan membantu mengurangi beban impor dan subsidi LPG. Kami berharap semakin banyak ibu rumah tangga yang menggunakan jargas karena lebih efisien dan memasak menjadi lebih cepat,” tambahnya.

Arief juga menghimbau tim PGN yang bertugas di wilayah Yogyakarta untuk semakin gencar mensosialisasikan pemanfaatan jargas kepada masyarakat, termasuk edukasi terkait keselamatan penggunaan gas bumi. Karena Yogyakarta merupakan wilayah pengembangan baru, edukasi terkait penggunaan jargas kepada masyarakat yang wilayahnya dilalui pipa jargas sangat penting.

Read  PGN Alokasikan Capex US$338 Juta untuk Pengembangan Infrastruktur Gas di 2025

Dalam kunjungan tersebut, Arief juga sempat bertemu langsung dengan pelanggan dan melakukan “gas in”. Ia memberikan penjelasan terkait pentingnya keselamatan dalam menggunakan jargas. “Keselamatan adalah prioritas utama bagi kami. Gas bumi lebih ringan dari udara, sehingga jika terjadi kebocoran, gas dapat terdeteksi dengan mudah karena telah diberi aroma pembau. Pelanggan dapat segera menutup valve jika terjadi kebocoran,” jelasnya.

Maria, salah satu pelanggan yang menggunakan jargas PGN, mengungkapkan kepuasannya terhadap keamanan jargas. Selain itu, ia juga merasa senang karena jargas dapat digunakan selama 24 jam. “Pembayarannya juga mudah, bisa menggunakan mobile banking, e-wallet, atau melalui mini market terdekat,” katanya.

Ita, pelanggan lain, juga menyambut dengan antusias pemasangan jargas di rumahnya. “Sebelumnya kami menggunakan tabung gas dengan berbagai ukuran. Kemudian ada kabar baik dari PGN untuk konversi ke gas bumi. Tidak perlu khawatir kehabisan gas, karena bisa digunakan kapan saja, dan pembayaran bisa dilakukan secara online. Saya berharap PGN dapat lebih gencar mensosialisasikan bahwa gas dari PGN lebih aman dan efisien,” ujarnya.

Dengan pengembangan yang terus berlanjut, PGN optimis jargas akan menjadi solusi energi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat di Sleman. (yan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News