News

Penyaluran Gas Bumi PGN di Jawa Tengah Melonjak 1000%, Berkat Integrasi Pipa Cisem-Gresem

409
×

Penyaluran Gas Bumi PGN di Jawa Tengah Melonjak 1000%, Berkat Integrasi Pipa Cisem-Gresem

Share this article

Treninfo.id, Semarang – PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas Pertamina, terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi melalui integrasi jaringan pipa distribusi di Jawa Tengah. Hal ini sejalan dengan pengembangan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang I (Pipa Cisem) dan Pipa Transmisi Gresik-Semarang (Pipa Gresem). Integrasi tersebut telah memberikan peningkatan signifikan dalam penyaluran gas bumi, khususnya untuk sektor industri dan komersial yang telah ada, dari volume 300.000 m³ per bulan pada awal tahun 2022 menjadi 3 juta m³ per bulan, atau meningkat sekitar 1000%.

Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini, menjelaskan bahwa volume gas bumi dari integrasi pipa ini disalurkan kepada pelanggan industri, komersial, dan pembangkit listrik yang berada di kawasan Kota Semarang, Demak, Kendal, dan Batang. Beberapa industri besar yang saat ini menggunakan gas tersebut di antaranya PT Indofood Fortuna Makmur, PT Aroma Kopi Krim, dan PT Rumah Keramik Indonesia.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“PGN akan terus mengoptimalkan pengelolaan gas bumi dan infrastruktur, khususnya dalam hal integrasi dan agregasi, untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi. Hal ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan penyerapan gas bumi, tidak hanya untuk industri yang sudah ada tetapi juga untuk pelanggan baru yang berada di sekitar infrastruktur yang telah terintegrasi,” ujar Ratih pada 11 Juni 2023.

PGN melakukan optimalisasi pemanfaatan gas hilir dan integrasi infrastruktur dengan mengembangkan jaringan pipa distribusi gas bumi di Jawa Tengah. Total panjang pipa distribusi yang telah dibangun saat ini mencapai sekitar ±34 km.

Menurut Ratih, Pipa Distribusi PGN yang telah terintegrasi dengan Pipa Cisem dan Gresem akan memberikan fleksibilitas dalam mendatangkan pasokan gas dari beberapa sumber. Dengan demikian, PGN dapat melakukan agregasi untuk calon pelanggan potensial.

Read  BPS Soroti Harga Minyakita yang Tetap Tinggi di Pasaran

Pada tahun 2024 ini, PGN akan terus berupaya menyelesaikan pembangunan infrastruktur untuk calon pelanggan yang telah terkontrak, termasuk PT KCC Glass Indonesia di Batang dengan kebutuhan volume gas sebesar 8 BBTUD. Beberapa pabrik lainnya yang berada di Kendal dan Mangkang seperti LBM, BTR, Matahari Tire Indonesia, dan Sango Ceramic memiliki potensi volume awal sekitar 3 BBTUD pada tahun 2024 ini. “Dengan demikian, total proyeksi optimalisasi penyaluran gas melalui Pipa Gresem-Cisem di akhir tahun ini mencapai sekitar 14 BBTUD atau sekitar 14 juta m³ per bulan,” tutup Ratih. (han)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News