Headline

SKK Migas dan PGN Kolaborasi dalam Mengamankan Pasar Gas Bumi

370
×

SKK Migas dan PGN Kolaborasi dalam Mengamankan Pasar Gas Bumi

Share this article

Treninfo.id, Jakarta – SKK Migas menekankan pentingnya peningkatan pasar gas bumi untuk menjaga Indonesia dari volatilitas energi dalam sesi Energy & Economic Outlook Gasfest 2024. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) berupaya menjaga minat investasi di sektor hulu migas. Dukungan dari PGN sangat dibutuhkan untuk memperluas pasar gas bumi agar terserap lebih banyak.

Rayendra Siddik, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas SKK Migas, menyatakan bahwa dengan tersedianya infrastruktur gas bumi, PGN bisa membawa gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat yang sangat membutuhkan. Selain itu, percepatan infrastruktur WNTS-Pemping untuk membawa gas dari Natuna ke pasar domestik juga memerlukan peran PGN.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sejalan dengan komitmen Pertamina dalam ketahanan energi nasional dan mengurangi impor, Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Alfian Nasution, berharap PGN dapat meningkatkan kontribusinya melalui pengembangan jaringan gas rumah tangga dan kerjasama dengan subholding lain.

Komisaris Utama PGN, Amien Sunaryadi, menambahkan bahwa salah satu cara mengurangi impor LPG adalah dengan menambahkan penggunaan gas bumi dalam energi rumah tangga dan industri. “Dukungan pemerintah kami harapkan untuk membangun jaringan gas lebih banyak,” ujar Amien.

Pertamina juga menghadapi tantangan dalam transisi energi dan strategi low carbon, dengan beberapa pembangkit di refinery dan upstream yang akan menggunakan gas. Hal ini menjadikan PGN memiliki peran utama dalam penyediaan gas.

Alfian Nasution menambahkan, “Energi fosil akan mencapai puncaknya pada 2030. Diprediksi bahwa energi terbarukan seperti matahari, angin, dan biofuel akan menyumbang 40-45% dari total kebutuhan energi. Namun, kebutuhan gas tetap meningkat, sehingga menjadi potensi besar bagi PGN dalam menggarap transisi energi.”

Read  Indonesia Kembali Bersinar di Industri Hulu Migas Global dengan Temuan Geng North dan Layaran

Dukungan dari berbagai pihak memberikan masukan berarti bagi PGN dalam mengantisipasi perkembangan makro dan global terkait energi fosil, terutama gas. Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, menyatakan, “Kami berkomitmen untuk menyambungkan infrastruktur, terutama di wilayah timur yang belum memiliki pipeline. Kami akan menerapkan model beyond pipeline dan menjaga reliabilitas penyaluran gas.”

PGN juga melihat pentingnya skema logistik yang lebih efisien untuk infrastruktur gas bumi di Indonesia bagian Timur, salah satunya melalui pengiriman gas. Hal ini mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan, mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Peluang pemanfaatan gas bumi di masa transisi akan diambil oleh PGN dengan mengintegrasikan infrastruktur eksisting agar semakin berkembang. Integrasi ini akan memenuhi kebutuhan di kota-kota baru, kawasan industri, dan transportasi melalui CNG dan transportasi laut. Selain itu, PGN juga mengejar target memenuhi kebutuhan gas bumi di sektor pembangkit listrik, refinery Pertamina, dan pembeli utama lainnya.

Mangesh Patankar, Wakil Presiden Gas dan LNG Consulting di Wood Mackenzie, menyatakan bahwa setiap negara memiliki skema tersendiri dalam mengamankan energi. Aspek affordability energi suatu negara berperan penting dan kritikal dalam menentukan langkah menuju target Net Zero Emission. “Pada akhirnya, energy mix harus seimbang dengan affordability energi yang ada,” ujar Mangesh. (san)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News