TRENINFO.ID – Bertambahnya usia sering kali diikuti perubahan pada wajah. Pipi mulai turun, wajah terlihat lebih lelah, sementara garis senyum semakin dalam. Kondisi tersebut menjadi salah satu keluhan yang umum dirasakan ketika memasuki usia 50 tahun ke atas.
Menjawab persoalan tersebut, dr. Junivan Lindra, M.Biomed (AAM), yang dikenal sebagai “Bapak Benang Indonesia”, memperkenalkan pendekatan Advanced Reverse Technique melalui materi bertajuk “Rebuilding Facial Support with Advanced Reverse Technique” dalam ajang EASWAM 2026 di Dyandra Convention Hall Surabaya.
Wajah Menua Ibarat Rumah dengan Tembok yang Melemah
Untuk menjelaskan mengapa wajah dapat terlihat turun seiring bertambahnya usia, dr. Junivan menggunakan analogi sederhana, yakni wajah seperti sebuah rumah.
Ligamen atau jaringan penyangga di bawah kulit diibaratkan sebagai tembok, sementara kulit bagian luar merupakan atap rumah.
“Seiring bertambahnya usia, tembok ini tidak lagi kuat dan akhirnya runtuh. Itulah sebabnya kulit kita ikut turun dan sagging,” jelas dr. Junivan.
Menurutnya, proses tersebut dapat diperparah oleh menyusutnya bantalan lemak di area pipi, berkurangnya kekenyalan kulit, serta perubahan struktur tulang wajah.
Akibatnya, area pipi atau midface kehilangan penyangga. Pipi dapat terlihat lebih kempis, garis senyum (smile line) semakin dalam, area bawah mata tampak cekung, dan wajah terlihat lebih berat di bagian bawah.
Keluhan tersebut paling banyak dirasakan oleh kelompok usia 50 tahun ke atas.
Advanced Reverse Technique, Membangun Kembali Penyangga Wajah
Advanced Reverse Technique merupakan pengembangan dari tindakan thread lift, yakni prosedur pengangkatan wajah menggunakan benang halus yang dapat diserap tubuh.
Dalam teknik ini, arah tarikan benang dirancang berlawanan dengan arah turunnya jaringan wajah. Jika dianalogikan seperti sebuah rumah, jaringan penyangga yang telah bergeser akibat proses penuaan diarahkan kembali ke posisi yang lebih ideal sehingga dapat menopang kulit dengan lebih baik.
Dalam pengembangan teknik tersebut, dr. Junivan Lindra, M.Biomed (AAM), menggunakan Croquis, benang PDO premium dari Korea yang didistribusikan oleh STI.
Dengan struktur benang yang kuat dan daya angkat yang optimal, Croquis mendukung proses lifting pada jaringan wajah sekaligus membantu menstimulasi produksi kolagen.
Pemilihan Croquis dalam teknik ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan hasil lifting yang efektif dengan tampilan wajah yang tetap natural.
Sebagai benang PDO premium dari Korea, Croquis disebut telah memperoleh CE Approved dan terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Dalam pemaparannya, dr. Junivan menjelaskan sejumlah keunggulan yang ditawarkan melalui penggunaan Croquis dalam teknik Advanced Reverse, di antaranya:
Efek lifting lebih kuat. Area pipi yang mengalami penurunan dapat terangkat sehingga volume pipi terlihat kembali lebih terangkat.
Smile line lebih tersamar. Lipatan di sekitar hidung dan mulut terlihat lebih halus.
Hasil tetap natural. Wajah tidak terlihat seperti tertarik secara berlebihan ke arah samping sehingga ekspresi tetap terlihat luwes.
Tampilan lebih fresh dan muda. Pasien dapat terlihat lebih segar tanpa kehilangan karakter wajahnya.
Stimulasi Kolagen dan Elastin
Tidak berhenti pada efek pengangkatan jaringan, benang yang ditanam juga dapat merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen dan elastin.
Stimulasi kolagen tersebut membantu kulit menjadi lebih padat dan tampak lebih muda. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya berfokus pada posisi jaringan wajah, tetapi juga pada kualitas kulit.
Hasil yang diharapkan adalah wajah terlihat lebih segar dengan perubahan yang tetap mempertahankan karakter alami pasien.
Keamanan Dimulai dari Pemahaman Struktur Wajah
Dr. Junivan menekankan bahwa hasil estetika yang baik harus berjalan beriringan dengan aspek keamanan.
Karena itu, sebelum tindakan dilakukan, dokter perlu memahami struktur wajah secara menyeluruh, mengevaluasi riwayat kesehatan pasien, menjelaskan prosedur secara terbuka, serta mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah tindakan.
Menurutnya, teknik Advanced Reverse paling sesuai untuk pasien dengan kondisi kulit kendur ringan hingga sedang, kualitas kulit yang masih cukup baik, serta memiliki keinginan untuk mendapatkan tampilan wajah yang lebih segar secara natural.
Sementara itu, untuk kondisi kekenduran wajah yang lebih berat, dokter dapat menyarankan pilihan tindakan lain yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
“Kalau temboknya sudah kembali kuat, atapnya pun ikut terangkat dengan sendirinya. Karena itu hasilnya terlihat natural: pasien tetap menjadi dirinya sendiri, hanya saja lebih segar dan lebih muda,” ujar dr. Junivan Lindra, M.Biomed (AAM).
Melalui pengembangan Advanced Reverse Technique Croquis, dr. Junivan menekankan pentingnya memahami struktur penyangga wajah dalam menangani perubahan akibat proses penuaan. Pendekatan tersebut diperkenalkan dalam EASWAM 2026 sebagai bagian dari perkembangan teknik estetika wajah yang mengedepankan hasil lifting dengan tampilan tetap natural. (YHU)



