TRENINFO.ID – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai kebangsaan sebagai benteng utama menghadapi tantangan dan perubahan dunia yang kian cepat.
Pesan tersebut disampaikan mantan Ketua HIPMI Jawa Timur ini dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada 29 September 2026.
Di hadapan tokoh masyarakat, komunitas, dan elemen warga, Mufti menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya berhenti sebagai hafalan atau pengetahuan teori bernegara semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Empat Pilar bukan sekadar materi yang kita ingat atau hafalkan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya hadir dalam tindakan sehari-hari, seperti membantu tetangga yang kesulitan, peduli lingkungan, dan saling berbagi,” ujar Mufti Anam.
Fondasi Kebangsaan Jadi Pegangan Hadapi Tantangan Global
Mufti mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah dihadapkan pada berbagai krisis kontemporer, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga derasnya arus perkembangan teknologi. Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial dan ideologis yang sangat kuat untuk bertahan dibanding negara lain.
Penguatan Empat Pilar ini, lanjut Mufti, merujuk pada gagasan besar almarhum Taufiq Kiemas saat menjabat Ketua MPR RI, yang hingga kini terbukti ampuh meneguhkan fondasi ketahanan nasional.
Modal Sosial: Semangat persatuan menjadikan bangsa Indonesia tidak mudah goyah di tengah tekanan krisis atau konflik global.
Gotong Royong: Budaya saling membantu harus tetap dirawat agar kehidupan modern tidak merenggangkan hubungan antarwarga.
Filter Digital: Masyarakat diimbau bijak dan bertanggung jawab di ruang digital dengan tidak menyebarkan kabar hoaks yang merusak kerukunan.
“Ketika berbagai negara menghadapi tekanan akibat konflik maupun persoalan ekonomi, Indonesia memiliki kekuatan yang berasal dari fondasi kebangsaan dan semangat persatuan,” tegasnya.
Membumikan Nilai Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam sosialisasi tersebut, Mufti berharap masyarakat dapat menyaring derasnya arus informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi (unverified news).
Ia menekankan bahwa masa depan dan keberlangsungan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai kebangsaan dipraktikkan secara konsisten oleh seluruh warga.
“Bangsa ini akan memiliki ketahanan yang kuat apabila nilai kebangsaan tidak hanya dibicarakan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkas Mufti.
Para peserta menyambut positif pendekatan sosialisasi yang dibawakan Mufti Anam. Penjelasan materi yang dikaitkan langsung dengan problematika kehidupan harian dinilai membuat pembahasan Empat Pilar Kebangsaan menjadi jauh lebih relevan dan mudah dipahami. (QPG)



