HeadlineNews

Dies Natalis KOHATI, Momentum Refleksi Peran Perempuan di Era Perubahan

349
×

Dies Natalis KOHATI, Momentum Refleksi Peran Perempuan di Era Perubahan

Share this article
Wakil Sekretaris Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI - (2024-2026)

TRENINFO.ID – Setiap 17 September, Korp HMI-Wati (KOHATI) memperingati hari lahirnya. Lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia, Dies Natalis KOHATI menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus merefleksikan arah perjuangan perempuan di tengah perubahan zaman.

Lebih dari setengah abad perjalanan KOHATI telah mempertemukan organisasi ini dengan berbagai dinamika. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, KOHATI terus tumbuh bersama perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tantangan yang dihadapi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Perempuan hari ini hidup dalam ruang yang semakin kompleks. Teknologi membuka kesempatan yang semakin luas untuk belajar, berkarya dan berkontribusi. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan kesiapan mental, kemampuan mengelola tekanan serta pijakan nilai yang kuat.

Karena itu, membicarakan perempuan masa kini tidak cukup hanya berbicara mengenai kecerdasan intelektual. Ada kematangan emosional yang perlu dibangun, kedalaman spiritual yang perlu dijaga, serta tanggung jawab sosial yang mendorong perempuan untuk menjadikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan.

Di titik inilah KOHATI memiliki ruang penting dalam proses kaderisasi perempuan. Kaderisasi perlu terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap menjaga nilai-nilai yang menjadi khittah perjuangannya.

KOHATI dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga bertumbuh sebagai manusia yang utuh. Perempuan yang cerdas sekaligus memiliki kepekaan, matang menghadapi dinamika kehidupan, serta berani hadir dan mengambil bagian dalam berbagai persoalan masyarakat.

Ukuran keberhasilan kaderisasi pada akhirnya bukan semata-mata dilihat dari berapa banyak kader yang pernah mengikuti proses pembinaan di dalam organisasi. Lebih jauh, keberhasilan tersebut dapat tercermin dari seberapa besar kontribusi para kader ketika kembali ke tengah masyarakat.

Read  Seragam Baru TNI, Simbol Modernisasi di HUT ke-80 Tahun 2025

Sejarah panjang KOHATI menjadi modal penting untuk terus melanjutkan proses tersebut. Tantangan generasi hari ini adalah memastikan warisan perjuangan KOHATI tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus menemukan bentuk baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Perempuan yang dibutuhkan saat ini bukan hanya perempuan yang mampu mengikuti perubahan, melainkan perempuan yang mampu mengambil bagian dalam menciptakan perubahan.

Dies Natalis KOHATI menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tugas masing-masing. Jika generasi terdahulu telah meletakkan fondasi perjuangan, maka generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk memperluas makna perjuangan tersebut agar tetap relevan dan memberikan manfaat.

Pada akhirnya, perjalanan KOHATI bukan sekadar tentang bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, perjalanan tersebut adalah tentang bagaimana setiap generasi mampu menjadikan proses kaderisasi sebagai jalan untuk melahirkan perempuan yang semakin matang, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bukan sekadar menjadi lebih tua, tetapi menjadi lebih bermakna. Bukan sekadar semakin besar, tetapi semakin berarti.

Selamat Dies Natalis KOHATI. Semoga perjalanan panjang Korp HMI-Wati terus melahirkan perempuan-perempuan yang cerdas, kokoh dalam nilai, matang dalam menghadapi perubahan, serta nyata kontribusinya bagi umat dan bangsa. (YDL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News