TRENINFO.ID – Momen peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tahun ini menjadi pijakan strategis bagi masa depan literasi di Kabupaten Pamekasan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Pamekasan) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan untuk memperkuat ekosistem literasi berbasis digital di Bumi Gerbang Salam.
Prosesi penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Aula Perpustakaan M. Tabrani pada Selasa (15/9/2026), di sela-sela agenda Dialog Kepustakaan.
Menjawab Tantangan Era Digital
Acara tersebut menghadirkan dua pemateri andal, yakni wartawan senior ANTARA Abd Aziz serta Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional Kusairi, dengan dipandu oleh Pengurus PWI Pamekasan Hasibuddin sebagai moderator. Kedua narasumber mengupas tuntas arah baru pengelolaan perpustakaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua PWI Kabupaten Pamekasan, Hairul Anam, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap media baca di era modern. Menurut Asesor UKW Dewan Pers sekaligus Dosen UNIBA Madura ini, perpustakaan adalah fondasi utama peradaban.
“Perpustakaan adalah ruh peradaban dunia. Peradaban dunia tercipta melalui kemajuan perpustakaannya,” tegas Hairul Anam di hadapan para peserta dialog.
Ia menambahkan bahwa ukuran kesadaran literasi saat ini tidak lagi sebatas jumlah fisik kunjungan ke gedung perpustakaan. Pergeseran perilaku masyarakat di era digital menuntut pendekatan baru yang lebih fleksibel.
“Konteksnya sudah bukan kunjungan; orang tidak ke pasar sekarang tetap bisa belanja. Orang tidak ke perpustakaan, tapi tetap bisa baca lewat gawai. Tinggal kita memancing dengan produksi tulis-menulis. Transformasi pemikiran sekarang banyak melalui audio-visual,” jelas Anam.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti peran penting pengawasan orang tua serta potensi besar perpustakaan mandiri yang kini marak di lingkungan pesantren dan kampus di Pamekasan.
Sinergi Demi Literasi Inklusif
Langkah progresif PWI Pamekasan ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan, Munapik. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian komunitas pers terhadap penguatan literasi daerah.
Menurut Munapik, MoU ini sangat sejalan dan saling menguatkan dengan program kerja dinasnya dalam mendongkrak minat baca serta kualitas literasi masyarakat secara menyeluruh.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi inklusif—memadukan tradisi membaca konvensional dengan kemudahan akses literasi digital melalui gawai demi mencetak masyarakat Pamekasan yang cerdas dan berdaya saing. (OYJ)



