Headline

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Zona Bahaya hingga 17 Kilometer dari Puncak

367
×

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Zona Bahaya hingga 17 Kilometer dari Puncak

Share this article

TRENINFO.ID – Gunung Api Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Selasa (15/9/2026) dini hari. Erupsi Gunung Semeru terjadi pukul 01.23 WIB dan terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Api Semeru, erupsi berlangsung selama 136 detik. Sementara itu, tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Laporan tersebut dibuat Petugas Pengamat Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian. Dalam laporan aktivitasnya disebutkan bahwa erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 136 detik.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 136 detik,” demikian keterangan dalam laporan aktivitas Gunung Api Semeru.

Pascaerupsi, masyarakat dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi keselamatan di kawasan Gunung Semeru. Aktivitas masyarakat maupun wisatawan dilarang dilakukan di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

Potensi bahaya tersebut dapat meluas hingga jarak 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Karena itu, masyarakat yang berada di kawasan sekitar aliran sungai diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya aliran material vulkanik.

Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Area tersebut dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar akibat aktivitas erupsi.

“Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” tulis laporan aktivitas Gunung Api Semeru.

Read  Dirut Pertamina Patra Niaga Didakwa Perkaya Dua Perusahaan Asal Singapura

Kewaspadaan khusus diperlukan di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga diminta mewaspadai sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan karena berpotensi menjadi jalur aliran lahar.

Erupsi Gunung Semeru menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak mengabaikan zona rawan bencana. Aktivitas di sekitar kawasan puncak maupun lembah yang berhulu di Gunung Semeru perlu disesuaikan dengan rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Masyarakat diimbau mematuhi seluruh rekomendasi dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan bahaya erupsi Gunung Semeru. (YQM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News