Headline

Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 13 Kilometer

296
×

Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 13 Kilometer

Share this article
Gunung Semeru keluarkan abu vulkanik (Foto: BPBD Lumajang)

TRENINFO.ID – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Minggu (13/9/2026) pagi. Letusan yang terjadi pukul 07.48 WIB tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 700 meter di atas puncak gunung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi Gunung Semeru berlangsung selama 126 detik. Aktivitas letusan terekam alat pemantauan seismik dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan kolom abu hasil erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Material abu kemudian bergerak ke arah utara dari kawasan puncak Gunung Semeru.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 126 detik,” kata Sigit dalam laporannya, Minggu (13/9/2026).

Gunung Semeru Masih Berstatus Level III Siaga

Sejauh ini, erupsi Gunung Semeru tersebut belum dilaporkan menimbulkan dampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan gunung. Kendati demikian, PVMBG meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, masyarakat dilarang memasuki sejumlah kawasan yang dinilai berisiko terhadap ancaman aktivitas vulkanik.

PVMBG melarang aktivitas warga di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru.

“Aktivitas warga dilarang di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru,” ucap Sigit.

Larangan juga berlaku di luar radius tersebut, terutama dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berisiko terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar.

Read  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas, Dorong LPG Non Subsidi Semakin Terjangkau

Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar

Potensi bahaya aktivitas Gunung Semeru bahkan dapat menjangkau wilayah sekitar 17 kilometer dari puncak. Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan PVMBG.

Sejumlah ancaman yang perlu diwaspadai antara lain awan panas, guguran lava, serta lahar yang dapat bergerak mengikuti aliran sungai.

“Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar,” demikian imbauan PVMBG.

Erupsi terbaru ini menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berlangsung. Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat di kawasan rawan bencana diminta terus mengikuti informasi resmi dan mematuhi seluruh ketentuan keselamatan yang ditetapkan PVMBG.

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi mengenai korban maupun kerusakan akibat erupsi Gunung Semeru pada Minggu pagi. Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan. (YTX)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News