HeadlineNews

Jelang Revalidasi UNESCO, Menpar Optimistis Geopark Ijen Mampu Pertahankan Green Card

269
×

Jelang Revalidasi UNESCO, Menpar Optimistis Geopark Ijen Mampu Pertahankan Green Card

Share this article
Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana mengunjungi Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) Banyuwangi

TRENINFO.ID – Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana menargetkan Geopark Ijen mampu mempertahankan status Green Card dalam proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Target tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026).

Rapat dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafii, Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baras, perwakilan Balai Taman Nasional Alas Purwo, Balai Besar KSDA Jawa Timur, serta jajaran Kementerian Pariwisata. Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh rekomendasi UNESCO telah dipenuhi menjelang proses evaluasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana.

Geopark Ijen telah menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 2023 dan dinobatkan sebagai Geopark Terbaik Indonesia pada 2024. Revalidasi merupakan evaluasi berkala yang dilakukan UNESCO guna memastikan standar pengelolaan kawasan tetap terjaga sesuai ketentuan. Hasil evaluasi akan menentukan apakah Geopark Ijen tetap memperoleh Green Card, mendapatkan Yellow Card yang mewajibkan perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card yang berujung pada pencabutan status UNESCO Global Geopark.

Widhiyanti menegaskan, mempertahankan Green Card menjadi target bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan Geopark Ijen. Untuk itu, diperlukan sinergi yang semakin kuat dalam menindaklanjuti seluruh rekomendasi asesor UNESCO.

“Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti, termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Read  Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia Mulai 2026

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa pengakuan UNESCO bukan sekadar prestasi, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian Geopark Ijen melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pengelolaan geopark harus mampu memberikan manfaat bagi pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi kami, pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Ipuk.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baras mengungkapkan terdapat lima rekomendasi utama UNESCO yang saat ini menjadi fokus pembenahan. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan riset dan pemetaan geologi, peningkatan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di kawasan geopark, serta peningkatan aktivitas badan pengelola melalui berbagai agenda nasional maupun internasional.

Usai rapat koordinasi, Menteri Pariwisata melanjutkan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau fasilitas edukasi yang menjadi sarana pengenalan kekayaan geologi Geopark Ijen kepada masyarakat dan wisatawan, sekaligus memastikan kesiapan kawasan menghadapi proses revalidasi UNESCO pada awal Agustus mendatang. (HPQ)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News