HeadlineNews

Maknai Hari Anak Nasional, B&B Kids Dorong Orang Tua Ciptakan Kenangan Manis Lewat Rutinitas Setelah Bermain

400
×

Maknai Hari Anak Nasional, B&B Kids Dorong Orang Tua Ciptakan Kenangan Manis Lewat Rutinitas Setelah Bermain

Share this article

TRENINFO.ID – Peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk memberikan ruang yang cukup bagi anak dalam bermain, bereksplorasi, dan menikmati masa kecilnya. Aktivitas luar ruangan seperti bersepeda di sekitar rumah, bermain sepak bola, hingga bersosialisasi di taman lingkungan tidak hanya mendukung tumbuh kembang fisik, tetapi juga mengasah kemampuan sosial, kreativitas, dan kesehatan mental anak.

Di tengah maraknya penggunaan gawai (gadget), momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan banyak orang tua untuk mengurangi waktu anak di depan layar (screen time) dan mengajak mereka kembali menikmati serunya aktivitas fisik di luar rumah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Namun, seusai seharian aktif bergerak, anak umumnya pulang dalam kondisi berkeringat dengan aroma khas yang sering dikenal masyarakat sebagai “bau matahari”. Selama ini, kondisi tersebut acap kali hanya dipandang sebagai penanda bahwa anak harus segera mandi. Padahal, di balik rutinitas membersihkan diri usai bermain, terdapat momentum berharga yang berdampak besar bagi perkembangan emosional anak.

Kekuatan Aroma dalam Membentuk Memori Masa Kecil
Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology menjelaskan bahwa aroma merupakan salah satu pemicu memori paling kuat dibandingkan indra lainnya. Memori yang dipicu oleh indra penciuman cenderung lebih emosional dan bertahan lama karena sistem olfaktori terhubung langsung dengan area otak yang mengelola emosi dan ingatan.

Artinya, momen setelah bermain—seperti mandi, berganti pakaian bersih, hingga dekapan hangat orang tua—bukan sekadar menjaga kebersihan tubuh, melainkan bagian dari pengalaman yang membentuk kenangan manis masa kecil. Penelitian dari The Sense of Smell Institute turut menguatkan bahwa aroma mampu membangun ikatan emosional yang kuat, yang sering kali tetap diingat hingga seseorang menginjak usia dewasa.

Read  Nasyaluna Luvenia Ajak Siswa SD di Pasuruan Lestarikan Batik Lewat Program YEES Care

Melihat pentingnya aspek tersebut, B&B Kids, merek personal care anak dari PT Kino Indonesia Tbk dengan slogan “Formulated for Kids!”, menekankan bahwa rutinitas perawatan diri anak setelah bermain memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Mempererat Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak
Group Brand Manager B&B Kids, Popi Novella, mengungkapkan bahwa momentum setelah anak selesai bermain merupakan kesempatan emas bagi orang tua untuk menghadirkan rasa nyaman sekaligus mempererat hubungan emosional (bonding).

“Masa kecil bukan hanya diisi dengan aktivitas bermain, tetapi juga dengan momen sederhana yang terjadi setelahnya. Saat orang tua membantu anak mandi, memakaikan pakaian bersih, memeluk mereka, atau mendengarkan cerita tentang petualangan hari itu, anak belajar merasa aman, nyaman, dan dicintai. Pengalaman-pengalaman kecil seperti inilah yang kemudian menjadi bagian dari kenangan masa kecil mereka,” ujar Popi.

Popi juga menambahkan pentingnya memperhatikan pemilihan karakter aroma dalam produk perawatan diri anak. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak memiliki preferensi wewangian yang khas—mereka lebih menyukai aroma yang ringan, segar, ceria, dan familiar.

Aroma Buah Segar (seperti stroberi, apel, jeruk, raspberry, dan yuzu): Memberikan energi dan merefleksikan keceriaan anak.

Aroma Floral & Soft (seperti bunga yang lembut, vanila, atau musk): Memberikan kesan hangat, aman, dan menenangkan.

Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk memilih produk perawatan yang tidak hanya harum menurut standar dewasa, tetapi juga sesuai dengan preferensi serta kenyamanan emosional anak.

Pergeseran Tren Pengasuhan: Mengutamakan Nilai dan Manfaat
Saat ini, kian banyak orang tua yang menyadari bahwa memilih produk personal care anak bukan lagi sekadar mempertimbangkan harga atau fungsi dasarnya saja. Lebih dari itu, para orang tua mulai mengutamakan bagaimana sebuah produk dapat menghadirkan pengalaman positif yang mendukung tumbuh kembang emosional anak melalui perhatian dan kebersamaan keluarga.

Read  Demam Padel Merambah Anak-Anak Surabaya, Akademi Mulai Buka Pembinaan Usia Dini

Perubahan cara pandang ini mencerminkan lahirnya pola pengasuhan (parenting) modern yang berorientasi pada nilai, manfaat, dan kualitas ikatan emosional antara orang tua dan anak. (KHS)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News