TRENINFO.ID – PT LG Electronics Indonesia optimistis pasar elektronik di Jawa Tmur masih memiliki prospek pertumbuhan positif meski daya beli masyarakat menghadapi tantangan dan biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga bahan baku global.
Branch Manager Surabaya of LG Electronics Indonesia, Iwan Sutanto, mengatakan teevisi (TV) masih menjadi penyumbang terbesar penjualan perusahaan. Namun, produk pendingin ruangan (air conditioner/AC) mencatat pertumbuhan permintaan paing tinggi sepanjang tahun ini.
“Kontribusi terbesar kami masih berasal dari TV sekitar 30 persen. Posisi berikutnya AC dengan kontribusi sekitar 23 persen, sedangkan kulkas dan mesin cuci masing-maing berada di kisaran 20 persen,” ujar Iwan di Surabaya, Jumat, 10/7/2026.
Menurutnya, setiap kategori produk memiliki segmen pasar yang berbeda sehingga seluruh lini bisnis tetap mencatat permintaan yang baik. Namun, AC kini berkembang menjadi kebutuhan rumah tangga yang semakin penting sehingga permintaannya meningkat signifikan.
Ia menilai Jawa Timur masih menjadi pasar strategis bagi LG. Untuk mempertahankan daya saing, perusahaan terus menghadirkan produk baru dengan diferensiasi teknologi, termasuk memperkuat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.
Salah satu inovasi terbaru adalah AC produksi dalam negeri yang telah mengadopsi fitur dual swing untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen Indonesia. Produk tersebut juga memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.
Di sisi lain, LG melakukan penyesuaian harga produk sekitar 3%-5% pada tahun ini. Iwan menjelaskan kenaikan tersebut dipicu oleh lonjakan harga memori global yang terdorong tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta meningkatnya harga plastik, minyak, dan pelemahan nilai tukar dolar AS.
Meski demikian, dia meyakini penyesuaian harga tersebut masih dapat diterima pasar.
“Kenaikan 3 sampai 5 persen ini masih bisa di-absorb oleh masyarakat. Kami juga menaikkan harga secara bertahap dengan mempertimbangkan daya beli konsumen,” katanya.
Untuk menjaga penjualan, LG memperluas kerja sama dengan berbagai perusahaan pembiayaan. Saat ini sekitar 25% transaksi produk LG dilakukan melalui fasilitas kredit sehingga konsumen lebih mudah memiliki perangkat elektronik.
Iwan juga mengungkapkan teknologi AI kini telah diterapkan hampir di seluruh kategori produk premium LG, mulai dari TV, AC, kulkas hingga mesin cuci melalui ekosistem LG ThinQ yang memungkinkan seluruh perangkat terhubung dengan internet dan dikendalikan melalui telepon pintar.
“Sebanyak 70 persen penjualan kami berasal dari segmen menengah ke atas yang sebagian besar sudah menggunakan teknologi AI. Diferensiasi inilah yang menjadi strategi LG untuk bertahan di tengah persaingan industri,” ujarnya.
Dia menambahkan, pasar elektronik di Jawa Timur diperkirakan masih mencatat pertumbuhan pada tahun ini meski belum mencapai dua digit. Sementara itu, lini TV premium terbaru telah mulai dipasarkan secara offline maupun daring sejak Juni 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat penetrasi di segmen premium. (EMW)



