TRENINFO.ID – Hartono Elektronik Bukit Darmo Surabaya mencatat lonjakan penjualan pendingin ruangan (air conditioner/AC) hingga 50% dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan tersebut didorong musim kemarau, hadirnya model-model terbaru, serta berbagai program promosi yang ditawarkan kepada konsumen.
Head of Sales Operation Hartono Elektronik Bukit Darmo Surabaya, Andria Liestiawan, mengatakan AC menjadi salah satu kategori produk dengan pertumbuhan paling tinggi pada tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Memang beberapa bulan terakhir pemasangan maupun penjualan AC meningkat sekitar 50 persen. Selain karena musim kemarau, kami juga menghadirkan banyak model baru dan berbagai promo yang menjadi daya tarik konsumen,” ujarnya di Surabaya, Jumat, 10/7/2026.
Menurut Andria, tipe AC yang paling banyak dicari konsumen berada pada kapasitas 0,75 PK hingga 1,5 PK, yang umumnya digunakan untuk kamar tidur maupun ruang kerja.
Ia menyebutkan penjualan AC di seluruh gerai Hartono Elektronik Surabaya kini mencapai lebih dari 600 hingga 700 unit per bulan. Sekitar 80% di antaranya berasal dari segmen rumah tangga, sedangkan sisanya berasal dari perkantoran dan pelaku usaha.
Andria menilai meningkatnya penjualan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap perangkat elektronik rumah tangga masih tetap kuat.
“Kalau kami melihat, kebutuhan masyarakat terhadap produk elektronik masih ada. Ini bukan hanya terjadi pada AC, tetapi hampir di semua kategori produk,” katanya.
Di luar Surabaya, permintaan AC juga mengalami pertumbuhan positif di sejumlah wilayah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik, yang menjadi pasar potensial bagi perusahaan.
Dia mengimbau konsumen agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli AC, tetapi juga memperhatikan efisiensi energi dan kesesuaian kapasitas pendingin dengan luas ruangan.
“Yang paling penting adalah memilih AC hemat energi karena penggunaannya bisa lebih dari tujuh jam setiap hari. Selain itu, kapasitas AC harus disesuaikan dengan luas ruangan agar pendinginan optimal,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan konsumen adalah mengabaikan kondisi ruangan, terutama keberadaan banyak kaca yang dapat meningkatkan beban kerja AC sehingga performanya tidak maksimal.
Selain AC, Hartono Elektronik juga memanfaatkan momentum back to school untuk mendorong penjualan laptop. Perusahaan menghadirkan berbagai promo, mulai dari potongan harga, bonus pembelian, hingga harga khusus untuk berbagai merek.
Andria mengatakan penjualan laptop biasanya meningkat sekitar 10% hingga 15% menjelang tahun ajaran baru. Produk yang paling banyak diminati berasal dari kategori basic yang menyumbang hampir 50% dari total penjualan laptop, sementara sisanya merupakan seri premium.
“Momentum kenaikan kelas selalu diikuti peningkatan kebutuhan perangkat belajar seperti laptop. Karena itu kami menyiapkan promo untuk berbagai segmen agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen,” katanya. (XOH)



