TRENINFO.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur mencapai Rp3,58 triliun hingga Agustus 2026.
Realisasi tersebut setara dengan 93,5 persen dari total pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp3,83 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di 18 kabupaten/kota prioritas di Jawa Timur.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur dikerjakan melalui empat paket pekerjaan.
“Progres pembangunan Sekolah Rakyat telah terealisasi Rp3,58 triliun,” kata Saiful.
Paket pertama mencakup pembangunan di Sampang, Surabaya, Gresik, dan Tuban. Paket kedua meliputi Nganjuk, Ngawi, Pacitan, dan Madiun.
Selanjutnya, paket ketiga mencakup Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri. Sedangkan paket keempat meliputi Malang, Blitar, Trenggalek, Banyuwangi, dan Jember.
14 Sekolah Rakyat Rampung 100 Persen
Dari 18 kabupaten/kota yang menjadi lokasi pembangunan, sebanyak 14 daerah telah menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat hingga 100 persen.
Sekolah Rakyat di daerah tersebut juga telah mulai menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Ke-14 daerah tersebut yakni Surabaya, Gresik, Sampang, Kota Kediri, Jombang, Kabupaten Kediri, Tuban, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jember, Trenggalek, Malang, Blitar, dan Banyuwangi.
Sementara itu, empat daerah lainnya masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Meskipun belum rampung, progres pembangunan di empat daerah tersebut telah mendekati 100 persen.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Madiun tercatat mencapai 98,66 persen. Kemudian Nganjuk 98,5 persen, Ngawi 98,55 persen, dan Pacitan 98,87 persen.
Capaian tersebut menunjukkan pembangunan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat di Jawa Timur terus dikebut agar seluruh proyek dapat segera selesai dan dimanfaatkan secara optimal.
Libatkan 58.898 Tenaga Kerja
Program pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur tidak hanya diarahkan untuk menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak terhadap sektor ketenagakerjaan.
Dalam proses pembangunannya, program tersebut melibatkan 58.898 tenaga kerja melalui kegiatan padat karya.
Dari sisi kapasitas pendidikan, Sekolah Rakyat di Jawa Timur secara keseluruhan mampu menampung 6.731 siswa.
Kapasitas tersebut terdiri atas 1.101 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 2.413 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2.857 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain fasilitas utama pendidikan, sejumlah Sekolah Rakyat juga dilengkapi sarana pendukung olahraga.
Saiful mengatakan terdapat enam Sekolah Rakyat di Jawa Timur yang dilengkapi fasilitas athletic track. Fasilitas tersebut berada di Sampang, Tuban, Kabupaten Kediri, Kota Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 93,5 persen, Kementerian Keuangan terus mengawal penyelesaian proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat akses pendidikan sekaligus memberikan sarana belajar yang memadai bagi ribuan siswa di berbagai daerah. (WHC)



