TRENINFO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan bahwa inovasi birokrasi tidak boleh sekadar dijadikan ajang perlombaan tahunan atau sarana mengejar penghargaan semata. Setiap terobosan yang dilahirkan oleh aparatur daerah dituntut untuk memberi solusi konkret bagi permasalahan masyarakat di lapangan.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, saat membuka ajang Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026). Gelaran KISI 2026 kali ini mengusung tema “Inovasi Berdampak untuk Sidoarjo Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”.
Tantangan Daerah: Pengangguran, Stunting, hingga Lingkungan
Bupati Subandi mengungkapkan bahwa inovasi yang solutif sangat mendesak untuk dihadirkan. Meski pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada tahun 2025 tercatat positif di angka 5,4 persen dan tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,40 persen, berbagai persoalan krusial masih membayangi.
Isu-isu seperti pengangguran, penanganan stunting, hingga pengelolaan lingkungan hidup dinilai masih memerlukan penanganan langsung serta intervensi kuat di lapangan.
“Banyak permasalahan yang perlu kita selesaikan. Objek masalah masih banyak, sehingga kita harus punya inovasi. Ekonomi kita juga masih banyak problem,” ujar Subandi.
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor dan Perubahan Mindset
Untuk mencegah inovasi berjalan secara terisolasi atau parsial, Subandi menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi—mulai dari Sekretariat Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, hingga tenaga pendidik—untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi.
Ia mengingatkan bahwa predikat Sidoarjo sebagai daerah terinovatif yang diraih sebelumnya harus diimbangi dengan perubahan pola pikir (mindset) aparatur, bukan sekadar pajangan piala.
“Mulai sekda, OPD, sampai tingkat desa harus ada komunikasi. Inovasi ini jangan hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi betul-betul harus dirasakan oleh masyarakat. Dengan penghargaan ini harus mengubah mindset,” tegasnya.
Aplikasi SETIA dan Gerakan “Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi”
Guna menjaga ekosistem inovasi agar terus berkelanjutan, Pemkab Sidoarjo memperkuat platform pemantauan digital melalui aplikasi SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah). Dasbor digital ini bertugas mengawal siklus inovasi dari tahap ideasi, uji coba, implementasi, hingga evaluasi.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, menekankan bahwa fokus Pemkab Sidoarjo saat ini adalah kualitas dan dampak, bukan sekadar kuantitas inovasi.
Melalui program “Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi”, setiap terobosan diwajibkan memenuhi empat pilar utama:
1. Berdampak berbasis bukti (evidence-based).
2. Mendukung modernisasi tata kelola pemerintahan.
3. Inklusif melibatkan partisipasi publik.
4. Berkelanjutan serta dapat direplikasi di area lain.
“Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi instrumen untuk membangun budaya inovasi,” pungkas Ainur Rahman. (XEJ)



