HeadlineNews

Mufti Anam Ingatkan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Perubahan Global

299
×

Mufti Anam Ingatkan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Perubahan Global

Share this article

TRENINFO.ID – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengingatkan masyarakat agar tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan situasi nasional dan global yang semakin dinamis.

Pesan tersebut disampaikan Mufti dalam agenda sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Kota Pasuruan, Kamis (11/9/2026). Kegiatan itu diikuti sejumlah unsur masyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Mufti, perkembangan situasi dunia saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Perubahan geopolitik, persoalan ketersediaan pangan, hingga kondisi perekonomian yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama.

“Keberagaman merupakan kekuatan yang menyatukan bangsa. Dengan menjaga persatuan, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah dicapai,” ujar Mufti.

Ia menilai berbagai perubahan tersebut harus diimbangi dengan fondasi kebangsaan yang kuat. Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI tidak hanya dipahami sebagai konsep kenegaraan, tetapi juga harus menjadi pijakan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Empat Pilar Jadi Fondasi Menghadapi Tantangan

Mufti mengatakan, penguatan nilai-nilai dalam Empat Pilar Kebangsaan penting untuk menjaga persatuan masyarakat, terutama ketika bangsa Indonesia menghadapi situasi penuh ketidakpastian.

Semangat kebersamaan dan gotong royong, menurutnya, dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terpecah akibat perbedaan maupun tekanan sosial dan ekonomi.

“Jangan sampai perubahan situasi nasional maupun global membuat kita melupakan nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pesannya.

Dalam paparannya, Mufti menjelaskan bahwa gagasan Empat Pilar Kebangsaan mulai mendapat perhatian luas ketika Taufiq Kiemas menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014.

Empat unsur yang menjadi bagian dari konsep tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Read  Persebaya Hadapi PSIM, Bernardo Tavares Tak Peduli Prediksi Kekalahan Musim Ini

Mufti menempatkan Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Ia mengingatkan bahwa gagasan mengenai dasar negara tersebut berkaitan erat dengan pemikiran Soekarno yang disampaikan dalam pidatonya pada 1 Juni 1945.

Menurut Mufti, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak lahir dari ruang kosong, tetapi digali dari nilai yang hidup dalam masyarakat serta kebudayaan Nusantara.

Gotong Royong dan Kepedulian Harus Dihidupkan

Mufti menekankan, pemahaman mengenai nilai kebangsaan tidak cukup berhenti pada teori. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Ia mengajak masyarakat memulai kepedulian dari lingkungan terdekat, seperti memperhatikan kondisi warga di sekitar tempat tinggal.

Sikap saling membantu dinilai semakin penting ketika sebagian masyarakat menghadapi tekanan dan beban ekonomi yang meningkat.

“Gotong royong tidak harus selalu dalam bentuk kegiatan besar. Kepedulian bisa dimulai dari hal sederhana, seperti melihat dan membantu warga yang berada di sekitar kita ketika membutuhkan,” kata Mufti.

Keberagaman Jadi Kekuatan Bangsa

Selain gotong royong, Mufti juga mengingatkan masyarakat untuk terus merawat hubungan harmonis di tengah keberagaman Indonesia.

Perbedaan agama, suku, budaya, maupun kondisi sosial, menurut dia, tidak semestinya menjadi sumber pertentangan. Sebaliknya, keberagaman harus dipandang sebagai kekayaan yang memperkuat identitas bangsa Indonesia.

Ia berharap masyarakat terus membangun sikap toleran dan saling menghargai.

Dengan kehidupan sosial yang rukun, persatuan nasional akan semakin kuat sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Mufti menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Pasuruan, ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Read  KKP Perkuat Fasilitas Perikanan Tangkap di Indonesia Timur

Pada akhirnya, kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadapi perubahan global, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. (RKO)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News