TRENINFO.ID – Layanan media sosial Instagram mengalami gangguan akses secara serentak di berbagai wilayah dunia pada Jumat (12/6) malam. Jutaan pengguna melaporkan berbagai kendala, mulai dari tidak dapat memperbarui beranda (feed), mengunggah konten, mengirim pesan, hingga keluar secara otomatis dari akun mereka.
Gangguan pertama kali terdeteksi sekitar pukul 21.25 WIB di sejumlah wilayah Eropa dan Amerika Utara sebelum meluas ke Asia, termasuk Indonesia, Australia, dan kawasan Timur Tengah. Berdasarkan laporan pemantauan layanan digital, jumlah keluhan pengguna sempat mencapai lebih dari 850.000 laporan selama periode gangguan berlangsung.
Akses layanan mulai pulih secara bertahap sekitar pukul 23.15 WIB setelah tim teknis Meta melakukan proses perbaikan pada sistem yang bermasalah.
Dalam keterangan resminya, Meta menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh kesalahan konfigurasi jaringan internal saat perusahaan melakukan pembaruan rutin sistem.
“Gangguan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan konfigurasi jaringan internal saat pembaruan rutin sistem. Perubahan pengaturan pada server pengarah lalu lintas data secara tidak sengaja memutus jalur komunikasi antar pusat data global,” ujar Meta dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).
Perusahaan menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh serangan siber ataupun upaya peretasan dari pihak luar.
Kesalahan Pembaruan Sistem
Meta menjelaskan insiden bermula ketika tim teknis melakukan pembaruan rutin yang bertujuan meningkatkan performa dan efisiensi layanan. Namun dalam proses tersebut terjadi kesalahan konfigurasi yang mengganggu komunikasi data antarsistem.
Akibatnya, sejumlah layanan utama Instagram tidak dapat beroperasi secara normal dan menyebabkan jutaan pengguna mengalami kesulitan mengakses berbagai fitur aplikasi.
Jalur Komunikasi Data Terputus
Kesalahan konfigurasi tersebut berdampak pada terputusnya koneksi sementara antara pusat data utama Meta yang berada di Amerika Serikat, Eropa, dan Singapura.
Ketika jalur komunikasi antar pusat data terganggu, permintaan akses dari pengguna di berbagai negara tidak dapat diproses secara optimal sehingga memicu gangguan layanan secara global.
Tidak Berkaitan dengan Serangan Siber
Meta memastikan insiden yang terjadi murni berasal dari kesalahan teknis internal perusahaan. Hingga proses investigasi dilakukan, tidak ditemukan indikasi adanya serangan siber maupun akses tidak sah ke sistem perusahaan.
Selain itu, Meta juga menegaskan tidak ada kebocoran data pengguna selama gangguan berlangsung.
“Perusahaan tidak menemukan indikasi kebocoran data maupun akses tidak sah terhadap informasi pengguna selama insiden terjadi,” demikian penjelasan Meta.
Bukan Akibat Gangguan Internet Pengguna
Meta turut memastikan masalah yang dialami pengguna tidak berkaitan dengan kualitas jaringan internet masing-masing pengguna. Gangguan berasal dari infrastruktur internal perusahaan sehingga tetap terjadi meskipun pengguna menggunakan penyedia layanan internet yang berbeda.
Insiden ini kembali menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan media sosial dalam aktivitas sehari-hari. Ketika gangguan terjadi, jutaan pengguna di berbagai negara langsung terdampak, baik untuk kebutuhan komunikasi pribadi, bisnis digital, maupun aktivitas pemasaran berbasis media sosial.
Meski demikian, Meta menyatakan sistem kini telah kembali beroperasi normal dan perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. (GPD)



